Langsung ke konten utama

Percaya stok yang dilihat mata ?


Saat ini, hampir semua Perusahaan memiliki lebih dari 1 sumber data stok.

Kebanyakan memiliki 3 sumber data stok : stok berdasarkan Software, kartu stok manual, dan fisik yang langsung dilihat oleh mata.

Mana yang paling dipercayai benar ?

PPIC pertama kali melihat stok di layar monitornya berbeda dengan fisik, langsung complain ke Dept.IT, tapi jika hal ini sering terjadi PPIC akan malas untuk complain. PPIC lebih percaya data Excel buatannya sendiri atau langsung pergi ke gudang untuk menghitung sendiri stok bahan baku/barang jadi.

Hampir semua PPIC di banyak Perusahaan melakukan hal ini.

Apakah percaya stok yang langsung dilihat mata salah ?
Tergantung, jika 1 macam barang hanya ada di 1 lokasi, maka yang dilihat mata bisa kita percayai.
Tapi jika 1 macam barang bisa ada di lebih dari 1 lokasi, maka yang dilihat mata di 1 lokasi tentu saja tidak mewakili stok di semua lokasi.

Sering kali staf PPIC dan Gudang tidak menyadari hal ini.
Jika Bapak/Ibu percaya stok mata, saran saya hire-lah Superman yang matanya luar biasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Struktur organisasi gudang

Tahukah anda bahwa struktur organisasi gudang akan sangat mempengaruhi akurasi data stok gudang ?

Satu hari saya masuk ke gudang Manufaktur Kimia besar di Bandung, sekitar 90% areal Pabrik adalah gudang.
Gudang everywhere !

Di gudang saya berbincang dengan Supervisor gudangnya, beliau menyampaikan masalah akurasi di gudang-gudangnya.

Di sana, struktur organisasinya sbb :
Kabag gudang (Supervisor), di bawahnya ada kepala gudang kemasan, kepala gudang bahan baku bubuk, dsb.
Jadi ada banyak kepala gudang, dan masing-masing mengepalai bahan tertentu.
Yang dimaksud gudang di sini adalah logical warehouse.

Di setiap gudang isinya bisa campur, jadi ada kemasan ada bahan baku bubuk, dsb
Karena struktur organisasi demikian, orang gudang bisa masuk bebas berseliweran ke hampir semua gudang.

Kemudian saya sampaikan : "Problem akurasi di gudang-gudang Bapak, karena struktur organisasinya tidak tepat".

Setelah saya katakan itu, beliau kaget, beliau bilang : "Pantesan, sudah saya pik…

Layout gudang

Jika kita tanya kepada Kepala gudang atau Manager Logistik : "Apakah gudang Bapak/Ibu sudah ada layoutnya ?", apa kira-kira jawab mereka ?
Mereka bilang " .. ada, gudang saya ada layoutnya", tapi kebanyakan yang disebut layout gudang adalah layout berdasarkan barang.
Di gudang, mungkin ditempel-tempel kertas seperti di Supermarket, yang tulisannya nama barang, atau digantung-gantung kertas seperti itu memakai tali jemuran.

Benarkah layout seperti itu ? Apakah layout yang demikian membantu mempermudah pencarian barang ?

Di workshop gudang, saya sering bercanda, saya bilang : "... jika orang gudang pulang ke rumahnya, orang gudang membawa serta juga data layout gudangnya". Layout gudang adalah asset perusahaan, seharusnya tidak ikut dibawa pulang.

Saya pernah datang ke satu Perusahaan Manufaktur dan masuk ke gudangnya, rupanya hari itu adalah hari pertama kepala gudangnya resign.
Personi gudang kewalahan mencari barang, karena layout gudang mereka ikut res…

Saya tidak mau ikut stokopname

Saya punya teman, Manager IT di Pabrik plastik besar, sekarang beliau sudah almarhum, sudah senang di atas sana.
Beberapa kali saya mengunjungi Perusahaan itu, satu hari saya diajak beliau masuk ke gudang Finished good.

Di gudang, mereka menerapkan sistem Fixed location, jadi ada rak-rak yang kosong, karena barang untuk lokasi tsb tidak ada, tapi lorong-lorong banyak yang diisi barang karena lokasi yang diperuntukkan untuk barang tsb sudah penuh.

Di gudang itu, kita ngobrol, beliau bilang "dulu saya biasa ikut stokopname kalau akhir bulan, sudah berapa bulan saya tidak pernah mau ikut stokopname lagi".
Saya tanya : "Kenapa Pak ?".
Beliau bilang "Di sini stokopname seperti ritual, tiap bulan dilakukan, walaupun sudah tahu tidak akan dapat memberikan hasil stokopname yang benar"
Beliau bilang "Saya masih punya hati nurani untuk tidak ikut stokopname"

Bagaimana stokopname bulanan di gudang Bapak/Ibu ?
Apakah kita masih punya hati nurani ?

Website…